58. AL MUHSHI (Dzat Yang Maha Mengetahui) Setelah hari perhitungan telah diselesaikan, maka semua manusia akan menerima kitab catatan amal mereka masing-masing. Ada yang menerima kitab catatan amalnya dengan tangan kanan, ada yang dengan tangan kiri dan ada pula yang dengan belakang punggung. Semua itu bergantung dari amal perbuatannya selama hidup didunia. Setelah itu masing-masing manusia akan ditetapkan oleh Allah Ta'ala, apakah dia termasuk orang-orang yang bahagia yang dimasukkan kedalam syurga atau termasuk orang-orang celaka yang dimasukkan kedalam neraka. Dan Allah Ta'ala mengetahui semuanya secara terperinci dimana tempat dan tingkatan mereka masing-masing. Karena syurga dan neraka ada tingkatan-tingkatannya, sehingga Allah Ta'ala tidak pernah salah didalam menempatkan setiap manusia. Ketetapan Allah Ta'ala ini bergantung amal perbuatan manusia selama hidupnya didunia. Orang-orang yang masuk syurga berdasarkan ketaqwaannya masing-masing. Siapa yang paling banyak ketaqwaannya, maka dia akan masuk kedalam syurga yang paling tinggi. Begitu juga sebaliknya siapa yang paling banyak kefasikannya (berdosa), maka akan masuk kedalam neraka yang paling bawah. Orang yang paling ringan (rendah) menerima azab didalam neraka adalah paman Rasulullah SAW yaitu Abu Thalib. Karena dia banyak membantu dan melindungi Rasulullah SAW didalam berjuang, tetapi dia tidak mau beriman kepada Allah Ta'ala, sehingga dia masuk kedalam neraka. Akan tetapi dia mendapatkan azab yang paling ringan, yaitu hanya memakai sandal (terompah) dari api neraka. Walaupun dia hanya memakai terompah dari api neraka, tetapi otaknya mendidih. Semakin banyak kefasikan, kedurhakaan, kesalahan dan dosa yang dilakukan oleh manusia, maka semakin berat siksaan yang dia terima didalam neraka. Apabila keputusan telah selesai, maka ditentukanlah tempat-tempat semua manusia dan juga tingkatan-tingkatan tempatnya masing-masing. Gunanya adalah apabila seseorang itu memiliki setitik iman, masih ada kesempatan untuk masuk syurga setelah terlebih dahulu dibersihkan didalam neraka. Jadi apabila kita ingin selamat, maka upayakan semaksimal mungkin untuk mencapai keimanan dan jangan sekali-kali kita menganggap remeh keimanan tersebut. Karena iman itu sangat mahal dan iman hanya bisa diraih bagi orang yang sungguh-sungguh. Apabila kita masuk kategori orang yang tidak beriman, maka amal sebanyak apapun tidak akan diperhitungkan dan selamanya akan menjadi penghuni neraka. Oleh sebab itu keimanan harus murni dan utuh baru dihitung setitik iman. Kita harus memahami dan meyakini 99 Asma’ baru masuk setitik iman. Apabila dalam hati kita masih ada keraguan, seperti “besok makan apa” berarti belum memiliki setitik iman, karena Allah adalah Al Muqith. Orang yang gelisah dengan permasalahan hidup juga bukan termasuk orang yang beriman, karena Allah itu Al Mukmin. Jadi jangan ada satupun Asma’ yang tidak kita yakini. Orang yang tidak terima dengan kematian juga tidak beriman, karena Allah telah menentukan ajal setiap hambaNya. Apabila kita belum meyakini satu saja dari Asma’ Allah maka kita belum dikatakan sebagai orang yang beriman. Oleh sebab itu yang namanya tahuhid tidak ada toleransi sedikitpun, karena agama Allah bersih dari syirik. Surat Az Zumar (39) : 3 3. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. Kenapa seseorang itu berani mensekutukan Allah? Hal ini disebabkan ia tidak beriman kepada Allah. Jadi cikal bakal kemusyrikan adalah tidak kenal dan tidak beriman kepada Allah. Oleh sebab itu arah menuju kemusyrikan harus kita tutup, karena tidak ada celah didalam kehidupan kita untuk bisa lari dari Allah. Karena semua Asma’ul Husna adalah untuk menjaga manusia agar ia tidak lari dari Allah. Untuk menjadi orang yang beriman tidaklah mudah karena ada proses yang sangat panjang, harus benar-benar kita upayakan dengan sungguh-sungguh, sedangkan musuh kita adalah hawa nafsu. A. Sisi Tafakkurnya Seberapa banyak amal-amal yang kita lakukan untuk mengharapkan ketinggian derajat disisi Allah Ta'ala? dan seberapa banyak amal-amal yang kita lakukan untuk mencapai ketinggian derajat dimata manusia? B. Contoh Do’a Dari Sisi Keimanan Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hambaMu yang mewarisi syurga yang penuh kenikmatan yang Engkau janjikan. C. Sikap Orang Beriman Dia sangat yakin bahwa Allah Ta'ala tidak mungkin salah didalam menempatkan hamba-hambaNya, apakah disyurga atau dineraka termasuk tingkatan-tingkatannya. D. Sikap Orang Bertaqwa Dia akan melakukan amal yang sebanyak-banyaknya agar derajatnya disisi Allah Ta'ala lebih tinggi, sehingga dia bisa memperoleh syurga yang paling tinggi. Dia juga berusaha semaksimal mungkin untuk meninggalkan dosa walaupun kecil. Dia tidak mau diakhirat nanti akan menyesal, karena orang-orang yang masuk syurga juga masih menyesal apalagi orang-orang yang masuk neraka. Orang-orang yang masuk syurga akan menyesal, karena jika dia bersungguh-sungguh lagi melakukan amal-amal sholeh, maka derajatnya disyurga akan lebih tinggi. Mereka menyesal kenapa didunia dulu masih sering menyia-nyiakan waktu terbuang sia-sia. E. Contoh Do’a Dari Sisi Ketaqwaan Ya Allah, tolonglah kami agar kami dapat meraih syurga yang penuh kenikmatan, dan hindarkan kami dari azab neraka serta tolonglah kami agar dapat menghindarinya. Akan tetapi do’a ini harus disertai dengan niat dan ikhtiyar yang sungguh-sungguh. Karena tanpa adanya niat dan ikhtiyar yang sungguh-sungguh, maka do’a kita ini akan menjadi sia-sia belaka. Ikhtiyarnya adalah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk melakukan sesuatu yang bisa memasukkan kita kedalam syurga, dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menghindari sesuatu yang bisa memasukkan kita kedalam neraka. Rasulullah SAW bersabda : “Seseorang masuk syurga karena rahmat Allah Ta'ala, termasuk beliau sendiri”. Sedangkan kepada siapa Allah Ta'ala memberikan rahmat-Nya? Yaitu kepada orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk memperoleh syurga. Apabila ada orang yang merasa bahwa bisa masuk syurga karena amalnya, maka dia termasuk orang yang tidak tahu diri (sombong). Karena Rasulullah SAW saja yang amalnya sangat banyak juga mengatakan bahwa beliau masuk syurga adalah karena rahmat Allah Ta'ala. Karena yang namanya manusia sebetulnya hanya punya niat, sedangkan dia bisa melakukan amal apapun semata-mata karena izin dan pertolongan Allah Ta'ala. Tanpa pertolongan Allah Ta'ala tidak mungkin kita bisa melakukan satu amal-pun. Oleh sebab itu yang perlu diupayakan oleh manusia adalah niat yang tulus dan sungguh-sungguh karena Allah Ta'ala. Karena pertolongan Allah Ta'ala sebanding dengan kesungguhan niat hamba-hambaNya. F. Sikap Orang Bertawakkal Yang penting dia telah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk melakukan amal-amal sholeh, sedangkan bagaimana derajatnya nanti diakhirat dia serahkan sepenuhnya kepada Allah Ta'ala. G. Sikap Orang Mukhlis Yang dia harapkan adalah derajat yang tinggi disisi Allah Ta'ala diakhirat kelak, sedangkan derajatnya dimata manusia didunia ini betul-betul tidak dia perdulikan. Oleh sebab itu apabila didunia ini dia direndahkan orang, dihina orang, keberadaannya tidak diakui orang, maka semua itu dia terima dengan ikhlas. H. Sikap orang-orang yang telah meneladani Asma’ Al Muhshi Apabila sudah menjadi kholifah, maka ia selalu berusaha dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya. Ia tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah ia lakukan. Dengan kata lain ia selalu menambah terus amal-amalnya dan berusaha terus untuk menghindari perbuatan dosa, karena ia ingin mencapai tingkat syurga yang paling dekat dengan Arsy, sehingga setiap saat ia bisa melihat wajah Allah Ta’ala. Kemudian terhadap sesama manusia, ia tidak pernah menginginkan pujian, penghormatan, kemuliaan, atau derajat dimata manusia. I. Contoh do’a bagi yang ingin meneladani Asma’ Al Muhsyi Ya Allah, jadikanlah kami perantara-perantaraMu didalam membantu manusia untuk bertaqwa kepada-Mu dan membantu manusia untuk menghindarkan diri dari lefasikan. Agar manusia mengatahui bhawasannya dimana dia akan berada diakhirat kelak adalah ditentukan oleh ketaqwaan dan kefasikan.